Senin, 25 Januari 2016

Mendekati Bapak si Cewek

Teringat sebuah kalimat dari sebuah ceramah, "Dulu, pada zaman Rasulullah, ketika para sahabat yang memiliki anak wanita ingin menikahkan anaknya, maka yang dia lakukan adalah mencari lelaki shaleh, dimanapun itu, entah di masjid atau tempat lainnya."
Kalau dipikirkan lagi, orang yang akan menerima lamaran si wanita adalah ayahnya atau walinya, lalu mengapa harus ada istilah pacaran untuk mendekati sang wanita? Bukankah hal itu adalah hal yang sia-sia? Karena dibalik sebuah hubungan juga pasti ada kebohongan, saling menutup-nutupi hanya membaguskan diri sebatas pandangan? Seandainya si wanita akhirnya jatuh cinta pada anda tetapi ternyata orang tuanya sangat tidak suka kepada anda, bukankah anda sedang mengajarkan seseorang untuk menjadi anak yang membangkang kepada orang tuanya?
Saya juga teringat kisah tentang seseorang yang saya kenal, yang telah lama pacaran dengan pacarnya, namun akhirnya sang pacar malah dinikahkan dengan wanita lain pilihan ayahnya...Hmm...Artinya, sebuah ikatan bernama 'pacaran' pun tidak akan pernah menjadi jaminan yang kuat.
Di antara keuntungan 'mendekati' bapak si cewek
1. Melawan arus mainstream, karena macarin sang cewek sudah terlalu mainstream
2. Tidak perlu takut mendekati zina
3. Bisa sekalian nambah relasi dan menyambung ukhuwah
4. Kalau mau merayu pake metode 'bapak kamu', tinggal nyari pekerjaan si bapak dan bilang ke dia kayak gini;
"Bapak dosen yah?"
Si bapak bakalan jawab
"Kok tahu?"
Trus jawab aja
"Anak bapak telah mengajarkan saya cinta"
Kalau merayu kayak gini, nggak bakal ada juga yg klepek2 kecuali si bapak yang emang ganjen, tapi kayaknya nggak mungkin sih...
About Muhammad Farid Maricar

Saya adalah seorang Muslim, seorang anak, seorang mahasiswa S-2, seorang warga negara Indonesia, yang sedang merantau di negeri Anime

You Might Also Like

0 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.